عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا :
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ لِلْمَرِيضِ بِسْمِ اللَّهِ تُرْبَةُ أَرْضِنَا بِرِيقَةِ بَعْضِنَا يُشْفَى سَقِيمُنَا بِإِذْنِ رَبِّنَا

( صحيح البخاري )

 

Dari Aisyah ra : Sungguh Nabi saw berdoa untuk yang sakit dengan ucapan : “Dengan Nama Allah, Demi Tanah Bumi kami, demi air liur sebagian dari kami, sembuhlah yang sakit pada kami, dengan izin Tuhan kami” (Shahih Bukhari)

 

ImageAssalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ الْجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ هَدَاناَ بِعَبْدِهِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ ناَدَانَا لَبَّيْكَ ياَ مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلّمَّ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِيْ هَذَا الْجَمْعِ اْلعَظِيْمِ

Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata’ala Yang Maha Luhur, Yang Maha Membuka cahaya keluhuran sepanjang waktu dan zaman, Yang Maha Menerbitkan kebahagiaan dan Maha Melimpahkan anugrah sepanjang waktu dan masa, dari generasi kegenerasi kehidupan berganti, kematian berganti, kehidupan berganti kematian, Sang Maha Ada terus ada dan melimpahkan anugrah dan tiada henti-hentinya dari zaman ke zaman melimpahkan rahmatnya dan kelembutan kepada pada hamba, dan menanti jiwa dan sanubari yang ingin mendekat kehadirat Yang Maha Dekat kepada hamba-hambanya lebih dari semua yang dekat.

Allah subhanahu wata’ala lebih dekat kepada kita dari pada semua yang dekat
Sungguh Allah subhanahu wata’ala itu lebih dekat kepada kita dari pada urat leher kita, dari pada nyawa kita, dari pada ruh kita, dekat tanpa sentuhan dan jauh tanpa jarak.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Dimalam yang luhur ini aku dan kalian semoga berkumpul di dalam cahaya keluhuran dan terang benderang dengan keluhuran, pulang membawa keluhuran, di Limpahi oleh Yang Maha Luhur keluhuran di dunia dan akhirat, dan Yang Maha memiliki Keluhuran Dunia dan akhirat, Keluhuran jiwa dan sanubari, keluhuran perasaan, keluhuran pemikiran, keluhuran perbuatan, keluhuran pekerjaan, keluhuran rumah tangga, keluhuran masyarakat, keluhuran Kota, Wilayah dan Bangsa, amin Allahumma amin.

Wahai yang mendengar segenap munajad dan Do’a, Dialah Allah subhanahu wata’ala, yang aku dan kalian akan menghadapnya, datang waktu yang pasti aku dan kalian satu persatu dipanggil dengan namanya untuk menghadap, seraya berfirman :
“DAN SEMUA YG ADA DILANGIT DAN BUMI AKAN DATANG MENGHADAP ALLAH ARRAHMAN, SELAKU HAMBA (QS Maryam 93)
Limpahan puji kehadirat Allah yang telah menyampaikan kita ayat keluhuran ini, semua yang ada di alngit dan bumi, akan datang menghadap Nya swt sebagai hamba Nya.

Semua Kecuali pasti datang kepada Allah selaku hamba, Gunung-gunung berdatangan sebagai hamba, matahari datang sebagai hamba, bulan dan seluruh planet dan bintang-bintang yang selalu bergemuruh dengan Dzikir di alam kehidupan ini akan datang sebagai hamba seluruh malaikat datang sebagai hamba, Syetan dan Iblis datangan sebagai hamba, pepohonan, tetumbuhan dan hewan datang sebagai hamba, aku dan kalian datang sebagai hamba, di hadapan Arrahman kesemuanya adalah hamba, tiada yang lain selain hamba, dan selainnya adalah Sang Maha Pencipta yang Maha tunggal dan abadi, Allah.
Nama Yang Paling Berwibawa di jagat Raya semesta, Nama yang memecah segenap kemuliaan dunia dan akhirat, melimpahkannya terbuka dan terpecahkan segenap keluhurannya, sampai dan tumpah ruah kepada hambanya dari rahasia keluhuran Nama Nya lah tercipta jagat raya dari tiada, dari rahasia keluhuran Nama Nya, tercipta dunia dan akhirat dari keluhuran rahasia Nama Nya, aku dan kalian hidup dan pasti akan wafat, dan semoga dari rahasia keluhuran Nama Nya pula aku dan kalian di muliakan dunia dan akhirat, ya Allah.

Semua yang ada di langit dan bumi akan datang kepada Ku sebagai hamba,
“Dan Aku sudah mengetahui seluruh jumlah mereka”, (QS Maryam 94) dan Aku sudah menghitungnya dengan jumlah yang sempurna, perhitungan Ilahiyah Maha Mengetahui seluruh jumlah sel tubuh kita, Maha mengetahui berapa jumlah keturunan Adam hingga hari Kiamat, berapa jumlah butir debu yang ada di permukaan bumi, brapa jumlah planet yang ada di langit, berapa jumlah para malaikat, hewan dan tumbuhan, karna Dia lah Yang Menciptanya,
Sungguh Aku telah menghitung mereka semua makhluk-makhluk dengan perhitungan yang dengan sesungguhnya,
“Dan semua mereka akan datang kepada Ku (yaitu keturunan Adam), satu persatu sebagai hamba” (QS Maryam 95) datang hanya sendiri maju kehadapan Allah di saksikan oleh seluruh makhluk lainnya, fulan bin fulan maju kehadapan Allah, bumi yang kita injak menjadi saksi, tempat sujud kita menjadi saksi, tempat maksiat kita menjadi saksi, kesemuanya tidak ada yang tersembunyi, hadirin hadirat yang di muliakan Allah,

Sungguh mereka yang beriman dan beramal sholeh, semoga aku dan kalian hamba yang beriman dan beramal sholeh, selalu di muliakan Allah dengan beriman dan beramal sholeh, akan Allah jadikan untuk mereka Cinta (QS Maryam 96)

“Wuddaa” ini Kalimat Cinta kasih sayang terlembut dan terindah dari Allah subhanahu wata’ala Sang pemilik kalimat Cinta dan kasih sayang, Yang Maha menciptakan cinta, memunculkan cinta Nya, di saat hamba satu persatu datang maju kehadapan Nya, Allah berjanji keoada mereka yang beriman dan beramal sholeh, siapa mereka ? Para pengikut Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, siapa lagi kalau bukan pengikut Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka akan Allah jadikan untuk mereka Cinta, maksudnya Allah tunjukan Cinya Nya Allah kepada mereka saat itu, disaat detik-detik perjumpaan yang merupakan detik-detik penentukan di masa kehidupan kita dan setelah kita jumpa dengan Allah, ditentukan disaat perjumpaan itu.

Hadirin hadirat Yang di muliakan Alah,
Itu detik-detik yang menentukan kehidupan kita yang kekal.
Sayyidina Imam Hujjatun Islam wabarakatul ‘Anam Al Imam Umar bin Abdurrahman Al Attas shohibul Ratib, di riwayatkan ketika Sayyidina Imam Umar bin Abdurrahman Al Attas ini selesai dari shalat Tahajjudnya di tengah malam, dia membaca dzikir “Wuddaa…, terus dia mengulang-ulang kalimat itu, sampai adzan subuh dia mengulang satu kalimat itu,
cinta Mu kasih sayang Mu, cinta Mu kasih sayang Mu, Cinta Mu kasih Sayang Mu, demikianlah ucapan yang di lafadzkannya hingga terbitnya subuh dan dia menikmati dekatnya ucapan Cinta kepada Allah.

Saudara saudariku yang kumuliakan,
Lewati hari-hari terindah dalam kehidupan ini dengan menikmati ledzatnya Cinta Allah, Ledzatnya mencintai Allah yang dengan itu Allah mencintai kita, Allah subhanahu wata’ala telah disabdakan pada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Barang siapa yang mendekat pada Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta”Menunjukan Jika kita Cinta kepada Allah, allah lebih Cinta kepada kita.

Hadirin hadirat yang di muliakan Allah,
Allah subhanahu wata’ala Maha mampu berbuat kepada hamba-hambanya, Allah subhanahu wata’ala Maha mampu pula memberikan kemuliaan, Allah juga Maha mampu memberikan kehinaan. Sebagaimana Allah berbuat kepada Ummad Nabiyallah Luth As, Nabiallah Luth As mempunya ummad yang beriman dan ada yang pendosa, dosanya adalah homo seksual dan Lesbian, pria dengan pria, wanita dengan wanita, mereka terus bercumbu demikian, dan Nabi Luth mengajak mereka untuk bertaubat, namun mereka tetap menolak, mereka tetap memilih dalam Homo seksualnya dan lesbiannya, Maka Allah subhanahu wata’ala murka dan memerintakan kepada Nabi Luth untuk menyingkir, pergilah engkau wahai Ludh dengan pengikut ummadmu yang beriman, limpahan Rahmat bagi mereka. Dalam waktu tiga hari mereka tidak lama Allah subhanahu wata’ala menjadikan tempat kaum Nabi Luth itu, yang bawahnya menjadi atasnya, yang atasnya menjadi bawahnya, diriwayatkan di dalam Tafsir Imam Ibn Katsir, Imam Khuturbi dan Imam Thobari dan imam lainnya
Allah menurunkan Jibril dan Jibril mengangkat tanah wilayah itu dan membalikannya, di angkat ke langit dan di lemparkan kembali kedalam bumi hingga terbalik, atasnya menjadi bawahnya, dan bawahnya menjadi atas, Hadirin hadirat itu yang dikenal dengan laut mati, kenapa? Karena Danau tapi asin, orang di situ berenang tidak bisa berenangpun tidak akan tenggelam, karena kalau sudah masuk di situ ngambang saja karna kadar garamnya sangat tinggi, Dan hadirin hadirat itu dinamai juga bahrul mayyit, atau The Dead Sea. makruh orang yang mendatangi laut mati itu kalau tanpa niat yang baik, atau tanpa niat yang Udzur yang Syar’i makruh, karna apa ? karna tempat yang pernah di landa kemurkaan Allah subhanahu wata’ala.

Hadirin haridat yang di muliakan Allah,
Tempatnya adalah di Negeri Jordan, dekat dengan perbatasan Israel, Nabi Luth di situ, Allah subhanahu wata’ala melimpahkan azabnya kepada mereka kaum Nabi luth, Nabi Luthnya selamatkan diri pergi ketempat yang jauh, hadirin hadirat demikian yang Allah perbuat pada mereka yang terus menolak untuk mendekat Kepada Nya, tidak di perbuat di dunia barang kali dalam kuburnya, tidak di dalam kubur barang kali di akhirat, tidak akan selamat seseorang di dalam dosa-dosa kecuali dua hal : di ampuni Allah atau mendapat pencucian dosa, keduanya Rahmatnya Allah, pencucian dosa adalah jauh lebih baik dari pada di biarkan wafat dalam kekufuran dan Suul Khatimah.

Hadirin hadirat, namun terbaik adalah pengampunan Nya maka memohonlah yang baik dari yang Maha Baik, karna Allah tidak mengecewakan hambanya yang berdo’a, sebagaimana dikatakan oleh Nabi Dzakaria As :
“Dan tiadalah aku menjadi hina dan celaka jika menyeru dan berdoa pada Mu” (QS Maryam 4)
Kalau aku berdo’a maka aku tidak akan terhinakan dan tidak akan terkecewakan, Aku pasti termuliakan kalau berdo’a, tidak akan di hina kalau seandainya aku berdo’a kepada Mu Wahai Allah, semoga kita selalu Allah jadikan kita para pendo’a, bukan para pendosa tapi para pendo’a yang banyak berdo’a kepada Allah subhanahu wata’ala.

Hadirin hadirat sampailah kita kepada Hadits Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, yang memberikan tuntunan dan kejelasan dari beberapa banyak makna yang bisa kita kupas dari Hadits ini,
Yaitu Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam, diriwayatkan oleh Sayyidatuna aisyah Ra Ummul Mu’minin, Bahwa ketika Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam mengobati salah seorang Sahabat yang sakit, Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, bacaan do’anya ini :

بِسْمِ اللَّهِ تُرْبَةُ أَرْضِنَا بِرِيقَةِ بَعْضِنَا يُشْفَى سَقِيمُنَا بِإِذْنِ رَبِّنَا

“Dengan Nama Allah subhanahu wata’ala, demi tanah bumi kami, demi air liur sebagian dari kami disembuhkanlah yang sakit dari kami dengan izin Tuhan kami”

Di riwayatkan oleh Imam Nawawi Hujjatun islam wabarakatul anam, di dalam syarah nawawi ala shahih Muslim, bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam dalam membaca do’a ini lalu setelah membacanya beliau menempelkan ibu jarinya ke lidah beliau lalu menempelkannya di Bumi dan di usapkan kepada yang sakit.

Hadirin berkata Hujjatun islam wabarakatul Anam Al Imam Nawawi Alaihi Rahmatullah, juga Al Imam Ibn Hajar Al ‘Asqalan Alaihi Rahmatullah, bahwa tanah bumi adalah asal muasal manusia, demikian pula air liur, karna asal muasal manusia adalah dari tanah dan air, setiap benda yang ada di alam ini mengandung rahasia keagungan Ilahi, namun perbuatan ini, Hadits ini saya munculkan agar jangan sampai sebagian dari kita memahami bahwa hal seperti itu syirik, benda-benda bisa memberikan manfaat dengan izin Allah subhanahu wata’ala, dan itu di perbuat oleh Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, Dan Allah subhanahu wata’ala menjadikan benda yang di sentuh para shalihin membawa keberkahan, dipakai berdo’a oleh para shalihin membawa keberkahan bukan bendanya tetapi sentuhannya.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Dikatakan oleh Al Imam Ibn Hajar Al ‘Asqalani Alaihi rahmatullah, di dalam fathul bari bisyarah Shahih Bukhari bahwa sebagian pendapat mengatakan ini khusus untuk tanah Madinatul Munawarah, bukan untuk semua tanah di dunia namun pendapat yang lebih kuat kata beliau adalah semua tanah di dunia karena Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam berkata “Biriiqati ba;dhina” yaitu juga berkata “Demi air liur sebagian dari kami”, tidak perlu banyak-banyak Cuma menempelkan di ibu jari di lidahnya dan menempelkannya di bumi, di usapkan kepada yang sakit ini salah satu cara pengobatan Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Hadirin hadirat yang di muliakan Allah,
Dan hal ini terbukti seecara kedokteran, Profesor Masaru Emoto, sudah terkenal bukunya, dia menemukan air itu jika orang berdzikir di hadapannya, berbicara dengan ucapan baik, ucapan yang mulia dan luhur air itu jika di lihat pada skala tertentu di mikroskop berubah menjadi indah bentuknya, jika di hadapannya orang yang marah dan mencaci maki, emosi dan lainnya di liat dari mikroskop dalam sekala tertentu bentuknya menjadi hitam dan buruk, Hadirin hadirat terbukti dalam kedokteran baru di temukan, hal ini sudah ada 14 abad yang silam di ketahui Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, semakin kita mengikuti sunnah semakin modern kita, semakin kita meninggalkan sunnah semakin kita di dalam ke kunoan atau keterbelakangan, semakin kita mengikuti sunnah semakin kita modern, inilah sunnah Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, Rasul sudah mengetahui air liur berubah dengan Dzikir,
Demikian lalu di sentuh air liurnya, lalu di tempelkan di bumi lalu di usapkan kepada yang sakit demikian, kalau mau di coba silahkan di coba, oh saya mencoba tapi tidak berhasil, tidak berhasil tetapi tidak mengingkari sunnah sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, tidak berhasil ada didalam diri kita kekurangannya, namun tentunya dari pengobatan yang lain tidak ada salahnya kita mencoba pengobatan Sayyidina Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Benda-benda yang di sentuh dengan Dzikir para Shalihin para Rasul dan para Nabi di muliakan Allah subhanahu wata’ala, oh berarti pusaka itu boleh ? oh itu tanda kutip, benda-benda pusaka apapun kalau bekas pegangan para orang yang tidak menyembah selain Allah, diganti malah jadi musibah, malah jadi bala, malah jadi jauh dari dan kesempitan dari kehidupan kita karna bekas sentuhan orang-orang yang tidak menymbah Allah, orang membunuh orang-orang muslimin barang kali, namun kalau bekas sentuhan para shalihin itu membawa keberkahan, jadi yang lebih jelas lagi dari hadits ini adalah Firman Allah subhanahu wata’ala, bahwa Allah subhanahu wata’ala berfirman :
Ketika salah seorang Bani israil di perintahkan oleh Allah subhanahu wata’ala, untuk mengangkat Thaluth sebagai Raja, memimpin peperangan melawan Raja Jaluut di masanya yang kemudian yang pemandunya Adalah Nabi Daud As,

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Maka orang-orang menolak “ngapain memakai si Thaluut ini sebagai pemimpin Raja kita, dia tidak punya harta, bukan bangsawan, bukan keturunan Raja, tidak punya banyak pengikut, ngapain di jadikan pemimpin” Maka Allah ceritakan kejadian ini pada Nabi Mauhammad shallallahu ‘alaihi wasallam :

“Sungguh tanda tanda kepemimpinan Thaluut adalah datangnya peti, yang membawa ketenangan dari Tuhan kalian, yang berisi barang-barang peninggalan bekas-bekas pakaian yang di sentuh oleh keluarga Nabi Musa dan keluarga Nabi Harun, dibawa oleh para Malaikat, sungguh pada hal itu terdapat tanda tanda bagi kalian jika kalian beriman” (QS Al Baqarah 248)

Ingat dari Firman allah mengatakan :
“datang kepada mereka satu peti yang membawa ketenangan dari Tuhan mereka”
Kok peti bawa ketenangan? Inilah firman Allah jika kamu muslim maka akuilah ini adalah firman Allah :
sungguh pada hal itu terdapat tanda tanda bagi kalian jika kalian beriman”

Hadirin hadirat yang di muliakan Allah,
Allah berfirmana maka tanda kekuasaannya adalah di datangkan peti
Tanda-tanda kekuasaannya Thalut itu adalah datangnya peti yang padanya terdapat peninggalan-peninggalan, bukan peninggalan Nabi dan Rasul saja, karena disebut Aalu Musa dan Al Harun, yaitu Keluarga Nabi Musa dan Keluarga Nabi Harun As, Allah berfirman bahwa bukan barang peninggalan Musa dan Harun saja (tapi keluarganya), Kita lihat di tafsir, silahkan buka tafsir, Tafsir Imam Ibn Katsir, Tafsir Imam lainnya, semuanya menjelaskan apa isi peti itu, bekas bajunya Nabi Musa, bekas pakaiannya Nabi Musa, bekas sandalnya Nabi Harun bekas sandalnya keluarganya Nabi Musa dan Nabi harun, semuanya di dalam peti itu,

Diriwayatkan dalam tafsir Imam Attabari juga Tafsir Imam Ibn Katsir dan lainnya bahwa peti itu di curi oleh orang-orang yang memusuhi Nabi saat itu, di curi lalu di taruh di bawah patung sesembahan mereka, taruh ! besok paginya peti itu sudah berada di kepala patungnya, di pindahkan lagi di bawah patungnya, besoknya pindah lagi keatasnya, akhirnya di pendam tidak bisa lagi keluar petinya, esoknya patungnya sudah roboh, petinya muncul di atas bumi, dan sejak kejadian itu, siapapun yang menyentuhnya mati, selama dia bukan beriman kepada Allah subhanahu wata’ala, maka peti itu di bawa oleh para Malaikat, di bawakan kepada Thaluut dan kemudian dia memimpin Kerajaan.

Jelas sudah benda-benda sentuhan para Shalihin membawa keluhuran, ini firman Allah maka Imanilah jika kau muslim, namun tentunya tidak semua benda itu jangan sampai kita mengarah kepada kerusakan Tauhid, bukan bendanya yang mempunyai kemuliaan tapi yang menyentuhnya yang mulia dan Sang Maha Mulia yang Memuliakannya.

Seperti Hajar Aswad di riwayatkan di dalam Shahih Bukhari, Berkata Sayyidina Umar bin Khatab Ra :
“kau Hajar Aswad adalah batu, tidak bisa membawa manfaat dan mudharat, kalau bukan karena Rasulullah yang menciummu aku tidak akan menciummu”

Hajar Aswad adalah batu tidak bisa membawa mudharat dan manfaat, tapi setelah di cium Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam…!, setelah di cium Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam..!!, maka orang berebutan menciumnya karena di sentuh oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Hadirin hadirat banyak riwayat lainnya, lebih dari 12 riwayat dalam Shahih Bukhari, di dalam Shahih Muslim lebih banyak lagi dan juga di dalam shahih lainnya bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam memperbolehkan Tabaruk yaitu mengambil Barakah dari sentuhan beliau, yaitu diantaranya saat kejadian di perjanjian hudaybiyah disaat itu Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam, di mata-matai pasukannya oleh Urwah Riwayat Shahih Bukhari, mereka saat itu berkata “aku melihat Perbuatan rakyat pada Kaisar Romawi, aku melihat perbuatan rakyat pada kaisar Persia, aku melihat perbuatan rakyat pada kaisar Najasi, tidak pernah aku melihat ta’dzim, kemuliaan yang di berikan rakyat kepada rajanya”, seperti kemuliaan yang diperbuat sahabat Muhammad kapada Nabi Muhammad Saw, tidaklah beliau memerintah kecuali para sahabat berdesakan untuk segera menjalankan perintah beliau, tidaklah beliau berwudhu kecuali mereka berdesakan berebutan, mengambil air bekas wudhunya Rasul tidak melarang, Rasul tidak mengatakan syirik, Rasul tidak mengatakan Kultus.

Hadirin hadirat yang di muliakan Allah,
Bahkan di riwayatkan pula di dalam Shahih Bukhari, ketika Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam berwudhu, lantas beliau berkumur, beda keringat Rasululullah shallallahu ‘alaihi wasallam itu sangat wangi demikian pula air liurnya beliau berkumur dan berwudhu, lalu berkata para sahabat, minumlah begitu seorang sahabat datang mendekat kepada beliau, Rasul berkata “minumlah ini” demikian Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan Tabaruk, yaitu mengambil barokah dari bekas-bekas para Shalihin dan Beliaulah Imam para shalihin Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari bahwa Sayyidina Anas bin Malik Ra, menyimpan beberapa helai rambutnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan jika ia akan wafat ia wasiat di masukkan ke kafanku ini nanti potongan-potongan rambutnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, masukkan kedalam kain kafanku di dalam rambutku disaat aku dimakamkan apakah itu Syirik ? ini perbuatan sahabah diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari ini perbuatan Anas bin Malik Ra, Anak Angkatnya Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang di besarkan Oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Dari mulai kecilnya sayyidina Anas bin Malik Ra.

Hadirin hadirat yang di muliakan Allah,
Ibundanya sayyidina Anas sendiri yaitu ummu Sulaim Ra, diriwayatkan didalam Shahih Muslim ketika Rasullullah sedang tidur maka ibundanya ini sudah lanjut usia ummu Sulaim Ra melihat Rasulullah itu keringatnya menetes karena panas, maka ia mengambil bejana kecil atau mangkok kecil menadahi keringat Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam, yang sangat wangi, sebagaimana Riwayat Shahih Bukhari : “Tidak pernah kami temukan kata Sayyidina Anas bin malik minyak wangi yang lebih wangi dari keringatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ketika Rasul saw tidur dirumah Ibud anas, yaitu Ummu Sulaim, maka Rasul saw berkeringat, maka ia (ummu sulaim ra) menadahi keringat itu, maka bangun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam : “apa yang engkau perbuat Ummu Sulaim? berkata Ummu Sulaim kami hanya mengambilnya untuk berkah untuk anak-anak kami yaa Rasulullah, Rasul saw berkata sudah kau dapatkan, (Shahih Muslim), Rasul saw tidak mengatakan syirik ataupun kultus.

Hadirin hadirat yang di muliakan Allah,
demikian penjelasan sekilas tentang hadits ini, hadirin hadirat yang di muliakan Allah, kita memahami rahasia keluhuran di munculkan oleh Allah subhanahu wata’ala, dengan bekas-bekas para Nabi dan Rasul diriwayatkan didalam Shahih Bukhari bahwa ketika sayyidina Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam telah wafat salah seorang sahabat memunculkan sehelai rambut yang kemerah-merahan, Sahabat lainnya berkata “Rambut siapa itu?” ia berkata : ini sehelai rambutnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka sahabat lainnya berkata : ”bagiku sehelai rambutnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lebih mulia dari dunia dan segala isinya”, demikian para sahabat Rasul.

Hadirin hadirat maka tentunya kita mengikuti ajaran guru-guru kita yang bersambung sanadnya kepada imam-imam kita yang bersambung sanadnya kepada para sahabat Nabi kita, dari Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dan yang membawa ajaran Al Qur’an nulkarim.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
jangan sampai kita terjebak pada memvonis orang-orang muslim sebagai musyrik, karna mengambil barokah dari para Shalihin hal itu di ajarkan oleh Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam, namun tidak di kenal lagi di akhir zaman karna sedikitnya ulama, makin hari makin sedikit ulama, sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam :
Allah subhanahu wata’ala tidak mencabut ilmu itu mencabutnya dari hati sanubari tapi dengan wafatnya para ulama mulai sirnalah ilmu, hadirin hadirat sampai Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam berkata : “tidak lagi satu wilayah tersisa ulama sampai habis ulamanya, maka mereka mengambil orang-orang bodoh sebagai para ulama maka mereka di Tanya, mereka berfatwa tanpa ilmu. maka mereka sesat dan menyesatkan, zaman sekarang sunnah dibilang bid’ah, bid’ah dibilang sunnah, para ulama di bilang dukun, dukun dibilang ulama, dukun dibilang wali, wali dibilang dukun.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah ,
inilah keadaan akhir zaman, namun semoga Allah swt memperbaiki aqidah saudara saudari kita , dan memuliakan barat dan timur dengan kebangkitan generasi ulama.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
demikian indahnya tuntunan Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dan hal yang dipertanyakan kepada saya tentang ajakan pada majelis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk berdoa bagi saudara saudari kita yang tertimpa musibah di palestina, tentunya hal ini hal yang baik dan hal yang luhur mendoakan saudara saudari kita muslimin muslimat disana, namun perlu kita sadari bahwa yang lebih perlu kita perdulikan adalah yang lebih dekat kepada kita, kita kadang teringat pada yang jauh yang sampai ujung-ujung negri kita ingat, kita ribut, kita menyeru-nyerukan dan mengeluh-ngeluhkan untuk mendoakannya, lupa ayah ibunya sendiri belum shalat 5 waktu, istri atau suaminya masih melakukan hal-hal yang haram, anaknya masih terjebak narkotika, tetangganya masih minum minuman keras temannya masih terjebak perzinahan, hadiri hadirat yang didepan matanya itu ngapain yang jauh jauh disana, doakan keluargamu dan seuru mereka kepada keluhuran, doakan tetangga kita dan sahabat kita dan kerabat kita, siapa yang mau mendoakannya? apakah palestina didoakan barat dan timur dan kita meninggalkan saudara dan kerabat kita, tentu kita mendoakan palestina tapi juga lebih mendoakan kerabat dan sahabat kita dan wilayah kita dan kota kita dan bangsa kita , kita doakan.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
hadirin kalau seandainya bukan kita yang membenahi maka siapa yang membenahi, kita tunggu orang palestina membenahi saudara kita, tentunya kita yang benahi teman dan kerabat kita, ayah bunda kita, anak-anak kita benahi dengan lembut dengan baik, ajak orang-orang minuman keras untuk bertaubat, hadir majelis dzikir yang terjebak dalam perzinahan, perjudian ajak ke majelis dzikir, hadirin hadirat jadikan mudah saja, wah ini tempat narkotika ini mesti dihancurkan, kalau seandainya tidak ada yang membeli narkotika tidak ada yang jual lagi, diskotik tempat mabuk mabukan , kalau tidak ada yang masuk kesitu akan tutup sendiri , minuman keras tidak akan ada yang jual kalau tidak ada yang beli.

Hadirin hadirat jadi bikin mudah saja, ga usah di bikin susah-susah, kita ajak orang untuk menghindari narkotika, menghindari perzinahan, kositusi untuk sendiri kalau tidak ada yang memakainya, demikian obat obatan, demikian minuman keras, demikian yang lainnya, maka benahilah dengan cara yang tebaik yaitu mengikuti tuntuna Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, benahi wilayah kita, saudara kita yang mendengar di sini, yang mendengar diwebsite streaming diwilayah wilayah dan negri lainnya, benahi wilayah kalian masing masing dulu, semampunya jika tidak mampu maka doakan, kalau palestina kita doakan tentunya tapi juga lebih penting kerabat dan saudara kita jangan kita lupakan.

Hadiri hadirat yang di muliakan Allah, demikian indahnya jiwa-jiwa yang mengerti tentang rahasia keluhuran iman, mereka lebih mengingat yang dekat daripada yang jauh, namun tidak melupakan yang jauh sejauh apapun di doakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan kita slalu mendoakannya muslimin muslimat, mu’minin mu’minat dibarat dan timur semoga di beri umur panjang yang belum menyembah Allah subhanahu wata’ala semoga diberi hidayah untuk menyembah Allah subhanahu wata’ala.

Hadirin hadirat yang di muliakan Allah subhanahu wata’ala Sang Maha indah terus menanti doa-doa dan munajat kita, menanti kita mendekat kepada Nya, menanti dan siap memberikan pengampunan ketika kita memohon Nya, oleh sebab itu para salafuh salihin, para ulama minal akrabin asyik dengan Rabbul’alamin subhanahu wata’ala, berkata Sayyidina syeck Ibrahim al Khawwas alaihi Rahmatullah didalam ihya’ulumudin dijelaskan ia berkata beliau memegang dadanya, syech Ibrahim al Khawwas berkata alangkah desaknya dan beratnya kerinduan yang menindihi jantungku dan dada ku ini dengan rindu kepada yang slalu melihatku namun aku tidak melihat Nya, demikian ucapan sayyidina Ibrahim al Khawwas alaihi Rahmatullah, dan di jelaskan pula didalam ihya’ulmudin ketika Nabiallah Yunus As , luapan cintanya kepada Allah seraya berkata didalam salah satu ucapannya kalau seandainya antara aku dan Engkau wahai Allah dipisahkan oleh lautan api yang demikian dahsyat niscaya ku dalami dan ku sebrangi karna rinduku kepada Mu wahai Allah, demikian ucapan seorang Nabi yaitu Nabiallah Yunus, lebih lebih lagi Nabi yang paling merindukan Allah Sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam barang siapa yang rindu berjumpa dengan Allah, Allah rindu berjumpa dengannya, Sayyidina Daud Atho’i alaihi Rahmatullah menjelaskan di dalam jannatul aulia seraya berkata sungguh kerinduan ku kepadamu wahai Allah telah membuat tidak terasanya segala yang lezat dan aku di dalam penjara Mu wahai Allah yaitu dunia belum berjumpa dengan Allah itu mereka merasa terpenjara. dan aku berada di dalam penjaramu wahai aku ini dalam penjaramu Wahai Allah, wahai yang Maha Dermawan masih terus memanggil-manggil Mu untuk slalu diberi keluhuran dan kemuliaan cinta.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Hal-hal seperti ini semoga menjadi cahaya kesejukan bagi kita, menambahi kita cinta kepada Allah subhanahu wata’ala dan rindu kepada Allah subhanahu wata’ala sebagaimana Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam orang yang paling rindu kepada Allah swt, tidak berani minta kepada Allah subhanahu wata’ala jumpa beda dengan Nabi musa meminta dengan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam mau tapi Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam diam tapi Allah yang mengundangnya, beliau datang menghadap pada Allah, Allah yang memanggil sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam di malam isra wal mi’raj.

Hadirin hadirat semoga Allah memuliakan ku dan kalian dalam rahasia keluhuran dunia dan akhirat, dan semoga Allah subhanahu wata’ala membenahi kita, membenahi saudar saudari kita, membenahi kerabat kita, membenahi semua keluarga kita, tetangga kita, masyarakat kita, bangsa kita, pemimpin kita dan seluruh muslimin dan muslimat dan juga yang di palestina semoga Allah swt menjauhkan mereka dari musibah namun kita jangan lupa ingatlah yang di palestina, mereka barang kali stiap hari barang kali ada yang terbunuh, tapi saat itu mereka terbunuh dengan syahid, kalau kita disini tiap hari ada yang mati su”ul khatimah masuk kedalam api neraka jauh lebih berhak di fikirkan, saudara kita, teman teman kerabat kita, barangkali hari-harinya wafat dalam su’ul khotimah di dalam kehinaan di dalam neraka yang kekal lebih berhak di seru dan di doakan, kita bermunajat kepada Allah, mengatasnamakan nama kita dan sisa usia kita agar dilimpahi keberkahan, kemuliaan dan keluhuran oleh Allah subhanahu wata’ala dan agar Allah juga menghapus kan seluruh dosa kita yang telah lalu.

Rabbiy kami mohon pada Mu, Wahai yang Mha luhur, Wahai yang Maha melimpahkan cahaya keluhuran pada perasaan dan jiwa, kami memanggil Nama Mu Wahai samudra keluhuran, wahai samudra cahaya keindahan, wahai samudra kesejukkan, wahai samudra ketenangan, wahai samudra kebahagiaan, wahai samudra keluhuran yang tiada pernah berhenti berlimpah kepada hamba Nya dari zaman ke zaman dunia dan akhirah.

فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا …

Ucapkanlah bersama-sama

يَا الله…يَا الله… ياَ الله.. يَا الله…يَا الله… ياَ الله..

Seluruh hajad kami, seluruh keluh kesah kami, seluruh kesalahan kami,

يَا الله…يَا الله… ياَ الله.. يَا الله…يَا الله… ياَ الله..

Kami yang sedang tertimpah masalah selesaikanlah, kami yang di timpa musibah singkirkanlah, kami yang di timpah kesusahan permudahlah,

يَا الله…يَا الله… ياَ الله.. يَا الله…يَا الله… ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم …لاَإلهَ إلَّاالله…لاَ إلهَ إلاَّ الله مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ