Malam itu seorang teman datang ke Rumah Amalia. Dia menceritakan bahwa dirinya bukanlah orang yang taat beragama. Sholatnya suka bolong-bolong. Semuanya menjadi berubah ketika satu hari dia mengalami kecelakaan di fly over. Kendaraan yang ditumpangi disruduk oleh metromini. Dia mengalami koma. Istrinya dengan setia menungguinya dirumah sakit. Katanya, Awalnya istrinya tidak percaya, setelah beberapa hari dalam keadaan koma. Namun ada keajaiban bahwa dirinya bisa tersadar. Dokter terheran dan mengatakan pemeriksaan dan diagnosis terbaru menunjukkan bahwa otaknya sama sekali tidak mengalami gegar. “Kondisi anda sekarang dalam keadaan normal” Kata dokter itu.

teman itu terkejut, hampir tak percaya atas perkataan dokter, dia tidak kuasa membendung air matanya yang meleleh karena kebahagiaan. dia itu bertanya sekali lagi apakah yang didengarnya adalah benar. Dokter mengatakan semuanya benar. Dia memanjatkan syukur alhamdulillah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang berkenan menyembuhkan dirinya. Sewaktu suaminya sedang koma di Rumah Sakit, istrinya sempat mampir untuk bershodaqoh dan berdoa bersama anak-anak Amalia maka pertolongan Allah itu hadir menyelamatkannya. Sejak itu dia berjanji bukan hanya selalu mengasihi dan menyayangi keluarga serta meningkat ibadahnya seperti sholat lima waktunya lebih baik untuk mendekatkan diri kepada Allah.


‘Obatilah orang-orang yang sakit dengan bersodaqoh dan bentengilah harta anda dengan zakat dan tolaklah bala’ dengan berdoa. (HR. Baihaqi).