قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُكْثَرَ فِيكُمْ الْمَالُ فَيَفِيضَ حَتَّى يُهِمَّ رَبَّ الْمَالِ مَنْ يَقْبَلُ صَدَقَتَهُ وَحَتَّى يَعْرِضَهُ فَيَقُولَ الَّذِي يَعْرِضُهُ عَلَيْهِ لَا أَرَبَ لِي

(صحيح البخاري)

 

Sabda Rasulullah saw:
“tiada akan datang hari kiamat, hingga berlimpahnya harta, maka ia bagai ditumpahkan seluas luasnya, hingga kerisauan para pemilik harta itu adakah yg mau menerima sedekah dari harta mereka, hingga para pemilik harta masing masing mencari dan menawar nawarkan hartanya, dan mereka menjumpai orang orang yg mereka tawarkan itu menjawab : aku tak membutuhkannya”

 

Tadi telah kita dengarkan qasidah yang dilantunkan oleh saudara kita Muhammad Qalby, betapa indahnya sayyidina Hassan bin Tsabit ra (salah seorang sahabat) dalam memuji Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, yang berkata :

قَرَأنَا فِي الضُّحَى وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ فَسَرَّ قُلُوْبَنَا ذَاكَ اْلعَطَاءُ

“Kami telah membaca surah “Ad Dhuha” , maka gembiralah hati kami dengan anugerah itu”.

Gembiralah hati para sahabat dengan turunnya surah Ad Dhuha, karena dalam surah itu ada kalimat:

وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضَى (الضحى :5 )

” Dan kelak pasti Rabbmu memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas” ( QS. Ad Dhuha: 5 )

Di dalam tafsir Al Imam Abdullah bib Abbas Ra dijelaskan makna kalimat ini adalah bahwa Rasulullah saw tidak akan puas jika masih ada satu dari ummatnya yang di neraka, maka hal ini menjadi kepastian bahwa seluruh ummat beliau akan berada di dalam surga Allah.

وَأَحْسَنُ مِنْكَ لَمْ تَرَ قَطُّ عَيْنٍ وَأَجْمَلُ مِنْكَ لَمْ تَلِدِ النِّسَاءُ

” Dan yang lebih indah darimu belum pernah dilihat mata, dan yang lebih indah darimu belum pernah dilahirkan oleh wanita manapun “

نَبِيٌّ هَاشِمِيٌّ أَبْطَاحِيٌّ شَمَائِلُهُ السَّمَاحَةُ وَاْلوَفَاءُ

“Nabi yang terpilih dari keluarga Bani Hasyim, yang diantara budi pekertinya adalah selalu memaafkan dan selalu menepati janji”. Dialah sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ الْجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ هَدَاناَ بِعَبْدِهِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ ناَدَانَا لَبَّيْكَ ياَ مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلّمَّ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَالْحَمْدُلله الَّذِي جَمَعَنَا فِيْ هَذَا الشَّهْرِ اْلعَظِيْمِ وَفِي هَذِهِ الْمُنَاسَبَةِ اْلعَظِيْمَةِ…

Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata’ala Yang Maha Luhur, Yang telah menyambungkan sanubari kita, jasad kita, lisan kita dan usia kita dengan kelompok sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, yang dengan keterikatan luhur itulah aku dan kalian diberi kesempatan mencapai keluhuran termulia dan tersuci, mencapai kemudahan dalam kehidupan yang sementara ini.

Baru saja kita berpisah dengan bulan luhur, bulan Ramadhan yang merupakan samudera keluhuran dan kedermawanan Ilahi, maka malam Idul Fitri adalah malam kesedihan bagi para shalihin, malam kesedihan bagi orang-orang yang sangat mencintai Allah, merupakan malam kerisauan bagi mereka karena berpisah dengan Ramadhan.

Di bulan Ramadhan orang-orang jauh lebih dekat kepada Allah, lebih dicintai Allah, lebih cepat dimaafkan oleh Allah, lebih cepat dekat kepada Allah, lebih cepat mencapai kasih sayang Allah. Dan di bulan Ramadhan iman mereka diperkuat dengan dibelenggunya syaitan, oleh karena itu orang-orang mukmin merasa risau ketika keluar dari bulan Ramadhan, karena seakan-akan mereka dijatuhkan ke tempat yang gelap, harus berjuang dan merangkak di dalam kegelapan yang sedikit menjadi lebih jauh dari kasih sayang Ilahi dengan kekuatan syaitan yang jauh lebih kuat,

Maka di saat itu malam kesedihan bagi para shalihin adalah malam 1 Syawal. Maka apa makna takbiran?, apa makna “Allahu Akbar?”, bagaimana mereka bisa mengucapkan “Allahu Akbar”?, kalimat itulah yang dijadikan senjata penguat bagi setiap orang muslim untuk memasuki malam 1 Syawal dan meninggalkan Ramadhan, ketakutan dan kerisauan mereka, mereka dilampiaskan dengan kalimat Takbir untuk mengagungkan kekuatan Allah dalam diri mereka dan pada diri muslimin, dimana setelah keluar dari bulan Ramadhan akan lebih banyak lagi dosa-dosa yang tertulis dan berkurang pula catatan pahalanya, maka kerisauan ini dijawab dengan kalimat “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaaha Illallahu Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahi alhamd”, dengan kalimat inilah mereka menjawab kerisauan itu, mereka menjawab kebingungan itu, mereka menjawab ketakutan itu untuk melewati hari-hari di dunia yang penuh fitnah, yang merupakan samudera racun-racun yang menjatuhkan mereka dari kasih sayang Allah subhanahu wata’ala.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah,
Ramadhan telah meninggalkan kita, namun Sang pemilik Ramadhan Yang Maha Indah tetap Maha Ada, Sang pelimpah anugerah Ramadhan tetap Maha Ada, maka mintalah kepada Sang Pemiliknya agar Allah memperlakukan hari-hari kita sebagaimana kita di bulan Ramadhan, karena Allah sangat memanjakan kita di bulan Ramadhan, sangat memuliakan kita di bulan Ramadhan, semoga Allah subhanahu wata’ala memperlakukan kita lebih mulia lagi, lebih berkasih sayang lagi, lebih lembut lagi daripada bulan Ramadhan. Ya Rabbi, walaupun kami telah melewati Syawal dan bulan lainnya namun pengampunan-Mu tetaplah, kasih sayang-Mu tetaplah sebagaimana Engkau memperlakukan kami di bulan Ramadhan. Hadirin hadirat, oleh sebab itulah sampainya kita di malam hari ini kita telah melewati Ramadhan, doa dan harapan kita semoga Allah sempurnakan Ramadhan kita, yang dengan itu Allah lebih menyempurnakan hari-hari kita setelah Ramadhan, lebih memperindah hari-hari kita setelah bulan Ramadhan.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Sampailah kita pada hadits agung yang menyampaikan adalah orang yang tidak pernah berdusta, yang memberitahu adalah orang yang telah difirmankan Allah dalam Al quran:

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى ، إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى ( النجم : 3-4 )

” dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya, Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)”. ( QS. An Najm: 3-4 )

Sampai kepada kita kabar agung bahwa akan datang suatu saat nanti dimana kaum muslimin akan dipenuhi kemakmuran, “tiada akan datang hari kiamat, hingga berlimpahnya harta, maka ia bagai ditumpahkan seluas luasnya, hingga kerisauan para pemilik harta itu adakah yg mau menerima sedekah dari harta mereka, hingga para pemilik harta masing masing mencari dan menawar nawarkan hartanya, dan mereka menjumpai orang orang yg mereka tawarkan itu menjawab : aku tak membutuhkannya”
Allah subahanahu wata’ala akan melimpahkan kepada mereka harta dan kemakmuran, sehingga di saat itu tiada lagi yang mau menerima shadaqah, orang-orang yang kelebihan harta yang ingin berzakat dan bershadaqah namun tidak ada yang mau menerimanya, bukan seperti sekarang orang-orang mengemis kesana kemari tetapi banyak yang tidak diberi.
Maka akan datang suatu masa dimana justru orang-orang yang kelebihan harta lah yang akan mencari orang-orang yang mau menerima shadaqah, mereka berkeliling mencari orang yang mau menerima harta zakat mereka, tetapi mereka akan menemukan banyak orang yang selalu menolak dan berkata: “kami tidak lagi mempunyai kebutuhan terhadap harta”, tidak ada lagi ummat muslimin yang kekurangan di saat itu, dan waktu itu telah dekat kepada kita.

Hari kebangkitan semakin dekat, hari kiamat semakin dekat, namun sebelum hal itu terjadi kemakmuran akan berlimpah di muka bumi ini. Sebagian para ulama’ menjelaskan kapan kemakmuran itu muncul?, munculnya kemakmuran itu adalah waktu ketika jauh dengan wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dimana terjadi kerusakan ummat dari yang terkecil hingga yang tertua dan semakin sedikitnya ulama, maka di saat itu muncul kebangkitan para pemuda yang banyak bertobat, yang itu adalah isyarat bahwa kemakmuran akan tersebar di seluruh permukaan bumi pd muslimin, dengan kebangkitan pemuda itulah Allah subhanahu wata’ala membenahi permukaan bumi dan mengizinkan bumi untuk memuntahkan pendaman yang ada padanya.
Diriwayatkan di dalam hadits lainnya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan kepada para sahabat bahwa Allah memerintahkan bumi untuk menumpahkan seluruh pendamannya, seluruh pendaman harta karun dimuntahkan oleh bumi, semua peternak hewan akan makmur, semua pertanian makmur, semua usaha makmur, semua shalihin dimakmurkan oleh Allah,

Karena itu, maka orang-orang yang di luar Islam dan orang-orang Islam yang fasiq, orang-orang Islam yang dzalim, mereka akan berlarian mendekat kepada para shalihin, karena harta Allah limpahkan kepada para shalihin, maka semua orang mengarah kepada orang-orang yang baik yaitu para shalihin, mukminin dan orang-orang ahli sujud, maka keadaan di saat itu akan berbalik dari keadaan sekarang. Sekarang orang-orang meninggalkan masjid menuju gedung-gedung tempat orang-orang non muslim, tempat para musyrikin, tempat para pendosa dan pelaku maksiat, karena harta ada di tangan mereka,

Barangkali walaupun seorang muslim yang shalih dan banyak beribadah pun terpaksa harus bekerja kepada orang-orang yang dzalim karena harta ada pada mereka, sehingga sebagian wanita membuka jilbabnya demi pekerjaannya, sebagian pria meninggalkan shalatnya demi pekerjaannya, karena harta ada pada orang-orang yang dzalim, namun suatu saat keadaan itu akan berbalik, sehingga semua orang yang fasik terpaksa ikut kepada ketaatan kepada Allah karena harta dan kemakmuran ada di tangan para shalihin, demikian janji sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari bahwa para sahabat bertanya: “wahai Rasulullah, kami dahulu berada dalam kegelapan jahiliyyah, kemudian kami dalam terang benderangnya hidayah, apakah setelah ini akan datang lagi kegelapan, atau terus dalam hidayah?”, maka Rasulullah berkata: “setelah itu akan datang fitnah”, para sahabat kembali bertanya: “wahai Rasulullah, dan setelah fitnah itu apakah akan datang lagi cahaya hidayah?”, Rasul menjawab: “akan datang lagi cahaya hidayah ynag terang benderang”, kemudian sahabat bertanya: “wahai Rasulullah, di saat kami terkena fitnah, kedzaliman dan perpecahan, apakah yang harus kami perbuat?”, maka Rasul menjawab: “berpeganglah kepada para ulama’ yang terbanyak (yaitu ahlu as sunnah wal jama’ah), jika tak kalian temukan maka hendaknya ia memilih memisahkan diri dari para perusak akidah, lebih baik kalian lari ke gunung-gunung atau ke bukit jangan mau mengikuti tuntunan mereka, bersatulah dengan jama’ah muslimin ahlussunnah wal jama’ah, setelah itu akan datang limpahan kemakmuran sehingga makmurlah seluruh muslimin”, setelah itu para sahabat bertanya: “bagaimana ciri-ciri keadaan Muslimin di saat itu wahai Rasulullah?”, Rasulullah menjawab: “di saat itu bagi mereka satu sujud lebih berharga dari dunia dan isinya”, mereka lebih mencintai sujud daripada dunia dan isinya. >/p>

Jika sudah banyak orang yang mencintai sujud maka Allah akan melimpahkan kemakmuran, semoga hal itu semakin dekat dan tampaknya hal itu memang semakin dekat, dalam 1 atau 2 tahun kedepan ini kita akan melihat perubahan kemakmuran terjadi, dan terutama Allah akan memulainya dari negeri muslimin terbesar di bumi inilah Allah akan membuat bumi-Nya melimpahkan kemakmuran,
negeri Indonesia ini akan lebih dahulu makmur daripada negeri lainnya, dan siapakah yang akan lebih dahulu dilimpahi kemakmuran?, mereka adalah para pecinta sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, maka di saat itu oarng akan berduyun-duyun untuk mengidolakan sayyidina Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, karena dengan begitu limpahan kemakmuran akan berlimpah kepada mereka, maka jangan risaukan harta, jangan risaukan keduniawian, jangan risaukan masa depan kalian, karena masa depan para pecinta Rasulullah cerah di dunia dan di akhirah dalam kemakmuran.

Kemakmuran semakin dekat kepada kalian, dalam beberapa tahun akan kalian lihat hal itu terjadi pada kalian, walaupun di saat ini seakan-akan hal itu tidak mungkin terjadi namun akan kalian buktikan karena ucapan ini bukanlah ucapan Munzir tetapi ucapan sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari bagaimana indahnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjaga harta beliau, ketika beliau selesai melakukan shalat Asar seusai salam tiba-tiba beliau langsung keluar dari shaf shalat tanpa berdzikir dan langsung masuk ke rumahnya kemudian beliau membagi-bagikan shadaqah, maka para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, kenapa tadi selesai shalat engkau terburu-buru keluar?”. Dalam riwayat ini ada 2 makna yang perlu kita ambil ; pertama, bahwa Rasulullah setiap selesai shalat beliau selalu berdzikir dulu tidak langsung keluar, dan mereka yang mengatakan jika selesai shalat langsung keluar maka hal itu telah bertentangan dengan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kecuali karena ada uzur. Di saat itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam langsung keluar tanpa berdzikir dan membuat para sahabat bertanya-tanya kenapa Rasulullah tidak berdzikir dulu, maka Rasulullah menjawab: “aku teringat ada sedikit emas tertinggal di rumahku dan belum sempat aku shadaqahkan, aku teringat hal itu maka aku terburu-buru tidak mau meninggalkan harta sedekah berlama-lama di rumahku”, padahal jika menunggu waktu selesai dzikir hanya beberapa menit saja namun beliau tidak ridha menunda-nunda harta untuk disedekahkan kepada yang berhak, demikian indahnya budi pekerti sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Camkanlah hal ini pada diri kita, jika kita kelebihan harta maka jangan ditunda-tunda untuk mensedekahkannya demi mengikuti manusia yang terindah sehingga kita dilimpahi keindahan dunia dan akhirah. Manusia yang paling dicintai Allah dicintai pula oleh seluruh makhluk, dialah manusia yang paling indah budi pekertinya, sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari bahwa ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam didatangi oleh seorang wanita tua seraya berkata: “wahai Rasulullah, aku datang kepadamu membawa pakaian yang kutenun dengan tanganku sendiri untuk kuberikan kepadamu agar engkau pakai”, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menerimanya dengan gembira, kemudian wanita itu pergi dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam langsung memakainya untuk membuat wanita itu gembira. Kita bayangkan seorang wanita shalihah, pecinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang menenun pakaian dengan tangannya sendiri untuk dihadiahkan kepada Rasulullah saw dan Rasulullah saw langsung memakainya demi menggembirakan wanita itu, dan tidak lama kemudian datang seseorang dan meminta pakaian yang dipakai oleh Rasulullah, maka para sahabat yang lainnya menganggap sahabat yang meminta ini tidak mempunyai adab karena meminta pakaian yang sedang dipakai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka ketika itu Rasul tersenyum masuk ke dalam rumahnya kemudian memberikan pakaian itu kepadanya, maka sahabat yang lain berkata: “engkau ini tidak mempunyai adab kah, meminta pakaian yang sedang dipakai oleh Rasulullah dimana beliau tidak akan menolak permintaan itu”, maka orang itu berkata: “aku memintanya bukan karena indahnya pakaian ini, tetapi aku ingin pakaian ini menjadi kain kafanku di saat aku wafat karena pakaian ini sudah dipakai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam”, dan di saat ia wafat pakaian itu dipakaikan kepadanya karena wasiatnya ia ingin dipakaikan dengan pakaian yang telah bersentuhan dengan tubuh nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Hadirin hadirat, manusia yang paling banyak pecintanya di dunia adalah sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dan di akhirat tidak ada yang masuk surga kecuali orang-orang yang cinta kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dari ummat nabi Muhammad dan ummat-ummat lainnya yang terlebih dahulu memahami bahwa tidak ada satu nabi pun atau satu wali pun, atau para syuhada dan shalihin yang mendapatkan bagian dan hak syafaat itu kecuali dari nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Fahamlah semua ummat saat itu, mulai dari nabi Adam As hingga manusia terkahir yang hidup kelak bahwa saat itu pemimpin seluruh manusia adalah sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana sabda beliau:

أَنَا سَيِّدُ النَّاسِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

” Aku adalah sayyid (pemimpin) manusia pada hari kiamat ”

Pemimpin kita, idola kita, kekasih kita, sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang dengan mencintainya engkau akan merasakan lezatnya mahabbatullah (cinta Allah), lezatnya rindu kepada Allah, seseorang tidak akan sampai pada derajat kewalian kecuali dengan mengikuti tuntunan nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, karena tidaklah sempurna iman seseorang sebelum ia mencitai nabinya Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari bagaimana indahnya nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang sangat menghargai orang lain bahkan di dalam shalat, ketika shalat beliau mendengar ada bayi yang menangis maka beliau mempercepat shalatnya karena kasihan kepada ibu si bayi yang pasti dalam keadaan risau ketika shalat mendengar bayinya menangis. Inilah bentuk manusia yang paling santun dan paling perhatian terhadap musibah orang lain, bukan musibah bahkan kesusahan pun diperhatikan oleh beliau, kerisauan pun diperhatikan oleh beliau shallallahu ‘alaihi wasallam.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Ketika beliau berbicara maka kesemuanya diam, apalagi ketika beliau membaca qasidah karena diriwayatkan oleh salah seorang sahabat di dalam Shahih Al Bukhari: “tidak pernah kedengar suara yang lebih indah daripada suara nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam”. Diriwayatkan pula di dalam Shahih Al Bukhari oleh sayyidina Anas bin Malik Ra yang berkata:

مَا رَأَيْنَا مَنْظَرًا أَعْجَبُ مِنْ وَجْهِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

” Tidak pernah kami melihat suatu pemandangan yang lebih menakjubkan dari wajah sang nabi “

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bercanda dihadapan para sahabat dalam riwayat Al Imam Tirmidzi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “tidaklah seorang nabi dan rasul kecuali indah wajahnya dan suaranya, seperti nabi kalian ini”, para sahabat tersenyum dan rasul pun tersenyum hingga terlihat gerahamnya dari tawa nabi Muhammad karena bercanda dengan para sahabat Ra.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Semua makhluk memahami bahwa beliau adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, diriwayatkan di dalam kitab As Syifa’ oleh Al Imam Qadhi ‘Iyadh Ar, bahwa ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendengar kabar tentang onta yang beringas yang ada di Madinah Al Munawwarah, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi onta itu yang dijebak di dalam sebuah perangkap yang sedang mengamuk hingga mulutnya berbusa dan matanya merah, maka para sahabat berkata: “wahai Rasulullah, onta itu dijebak di dalam perangkap karena khawatir akan melukai orang”, maka Rasululullah berkata: “bukakan pintunya untukku”, sahabat berkata: “wahai Rasulullah, kami khawatir onta itu akan melukaimu, dia sedang beringas dan buas”, maka Rasulullah berkata: “tiadalah sesuatu di langit dan bumi kecuali mengetahui bahwa aku ada Rasulullah, kecuali para pelaku maksiat dari golongan jin dan manusia, mereka tidak mengenal aku”.

Jika Allah perlihatkan kepada kita wajah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang malam ini berdiri dihadapan kalian, maka mereka yang banyak beristighfar akan memahami inilah wajah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, mungkin diantara kita yang banyak dosa tidak kenal itu wajah siapa, karena beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “semua yang ada di langit dan bumi mengetahui bahwa aku adalah Rasulullah, kecuali pendosa dari golongan jin dan manusia”.

Wahai Allah, pastikan kami adalah orang-orang yang mengenal Rasulullah, amin. Maka ketika dibukakan pintu yang memerangkap onta itu, dan ketika onta yang sedang beringas itu menoleh dan melihat sang nabi berdiri maka onta itu lari tertunduk-tunduk kemudian mencium kaki Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, hilang marahnya, hilang beringasnya, hilang buasnya karena melihat sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Demikian indahnya nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari, salah seorang sahabat berkata: “kalau seandainya kau memiliki sehelai rambut Rasulullah, pastilah hal itu lebih berharga bagiku dari dunia dan seisinya”, demikian cintanya para sahabat pada potongan rambut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Diriwayatkan juga dalam riwayat yang tsiqah bahwa Rasulullah membeli 100 ekor onta dan beliau menyembelih 63 ekor onta, sisanya diserahkan kepada sayyidina Ali bin Abi Thalib kw. Onta itu tidak boleh melihat darah karena jika melihat darah onta akan mengamuk, jadi saat penyembelihan onta itu ditutup dengan tabir, maka di saat sahabat menutupkan tabir untuk penyembelihan onta-onta itu, Rasulullah memerintahkan untuk membuka tabir itu karena onta-onta itu bukanlah beringas bahkan mereka berdesakan dan berebutan ingin lebih dahulu disembelih oleh tangan nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, demikian cintanya hewan kepada sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, bagaimana dengan kita?!.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sangat dicintai dan paling berhak dicintai, hingga teriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari ketika Rasulullah datang terlambat dalam shalat dzuhur, maka disaat itu para sahabat yang melihat Rasulullah datang mereka bergeser sampai terbelahlah shaf itu menjadi dua dan Rasulullah maju sampai ke belakang imam kedepan, para sahabat mengucapkan “Subhanallah, subhanallah, subhanallah”, maksudnya memberi kabar kepada Abu Bakr As Shiddiq bahwa Rasulullah datang. Dan teriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari bahwa sayyidina Abu Bakr As Shiddiq ketika membaca Alqur’an selalu menangis dan khusyu’ dalam bacaannya, namun karena terlalu banyak dan kerasnya suara para sahabat ada yang mengucapkan “subhanallah”, ada yang bertakbir dan ada yang memberi isyarat lainnya, maka sayyidina Abu Bakr As Shiddiq terdiam dari bacaannya dan beliau mencium wangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam karena beliau adalah orang yang sangat wangi, sehingga sayyidina Anas bin Malik berkata:

مَاوَجَدْنَا رِيْحًا أَطْيَبُ مِنْ عِرْقِ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“ Tidak pernah kami menemukan satu wewangian yang lebih wangi dari keringat nabi shallallahu ‘alaihi wasallam “

Dan wangi beliau shallallahu ‘alaihi wasallam masih tercium sampai berhari-hari. Beliau selalu memegang kepala anak-anak yatim untuk dicium, maka jika ada orang-orang yang melihat anak-anak yang sedang bermain, untuk membedakan mana yang yatim dan mana yang bukan, maka mereka mencium kepalanya dan jika tercium bau Rasulullah berarti itu adalah anak yatim, karena bekas bau Rasulullah tidak hilang hingga tiga hari. Sampai beliau wafat pun, sayyidina Ali bin Abi Thalib kw yang memandikan beliau berkata seraya menangis:

طِبْتَ حَيًّا وَمَيِّتًا يَا رَسُوْلَ اللهِ

“ Engkau wangi dimasa hidup dan ketika wafat , wahai Rasulullah “

Karena air yang digunakan untuk memandikan Rasulullah menjadi wangi, bukan air yang mewangikan jenazah justru air itu menjadi wangi setelah dipakai untuk memandikan Rasulullah. Maka ketika sayyidina Abu Bakr ra mencium wangi Rasulullah, beliau tahu bahwa Rasulullah dibelakangnya dan ia pun mundur tetapi Rasulullah menahannya, maka sayyidina Abu Bakr As Shiddiq diam sebentar kemudian mundur lagi, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun maju untuk menjadi imam. Dan tidak ada dalam satu madzhab pun makmum yang masbuq maju menggantikan imam kecuali madzhabnya cinta sayyidina Abu Bakr As Shiddiq kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau mundur memberi kesempatan kepada makmum masbuq yang menantunya. Maka setelah selesai shalat Rasulullah berkata: “jika kalian hendak menegur imam maka untuk laki-laki ucapkan “subhanallah”, kalau untuk wanita memukulkan telapak tangan kanan diatas tangan kiri, dan engkau wahai anak Abu Quhafah mengapa engkau mundur sedangkan engkau sudah menjadi imam?”, maka Abu Bakr As Shiddiq berkata: “tidaklah pantas anak Abu Quhafah ini berdiri di depan Rasulullah”. Demikian indahnya nabiku dan nabi kalian, pantaskah jika kita rindu dengan beliau, pantaskah jika kita ingin segera berjumpa dengan beliau?! Sungguh kehidupan ini adalah kehidupan yang sementara, dan siapa yang engkau rindukan maka dialah yang akan bersamamu kelak di hari kiamat. Sang Maha Baik akan menyambut para pecinta –Nya dan para pecinta sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Akhir dari penyampaian saya adalah bersiap-siaplah untuk berjihad dengan hawa nafsumu, karena hari-hari setelah Ramadhan berbeda dengan hari-hari Ramadhan, hawa nafsu menjadi kuat, syaitan menjadi kuat dan di saat ini kita harus lebih berjuang, di bulan Ramadhan perjuangan kita adalah perjuangan yang berat tetapi dipermudah oleh Allah, berbeda dengan bulan-bulan lainnya perjuangan kita sebenarnya jauh lebih berat karena kekuatan syaitan lebih kuat, maka perlemahlah kekuatan syaitan dengan dzikir karena barangsiapa yang berdzikir akan Allah jaga dia dari segala sesuatu, maka perbanyaklah dzikir. Teringat suatu riwayat yang tsiqah dimana ketika semua orang telah masuk ke dalam surga, dan di saat itu masih ada orang-orang yamg belum tersenyum dan ketika mereka ditanya oleh para malaikat: “mengapa kalian masih belum tersenyum, padahal disini adalah tempat orang0orang yang gembira dan bahagia?”, maka mereka berkata: “kami belum diperlihatkan keindahan dzat Allah”, maka Allah subhanahu wata’ala bertanya: “wahai para malaikat mengapa kalian masih menutup tabir dari mereka untuk melihat-Ku?”, maka para malaikat berkata: “Wahai Allah, sungguh mata mereka penuh dengan dosa maka tidak pantas melihat keindahan dzat-Mu”, maka Allah subhanahu wata’ala berkata: “angkatlah tabir penghalang itu biarkan mereka melihat keindahan dzat-Ku, karena mereka dulu pernah mengalirkan air mata rindu untuk berjumpa dengan-Ku, maka mereka berhak memandang keindahan dzat-Ku”. Rabbi, halalkan mata kami untuk selalu mengalirkan air mata rindu berjumpa dengan-Mu Ya Rahman Ya Rahim Ya dzal jalali wal ikram.

Hadirin hadirat, saya mohon maaf karena di beberapa waktu yang lalu saya tidak hadir, di malam takbiran saya tidak hadir, di malam halal bihalal saya tidak hadir karena kondisi saya. Sebenarnya bukan penyakit tubuh tapi kebingungan dan kerisauan atas beratnya tanggung jawab yang semakin hari semakin berat, sebenarnya saya sudah tidak mampu lagi meneruskan tugas ini, tugas ini terlalu berat bagi hamba penuh dosa ini, jangankan untuk menjadi guru, menjadi murid yang baik pun saya belum pantas, apalagi saya harus menjadi guru, masih banyak guru-guru yang lain yang lebih pantas memimpin, sepantasnya saya undur diri,
jamaah Majelis Rasulullah semakin luas, tanggung jawab semakin berat, sungguh hal ini sangat tidak pantas bagi saya, inilah yang sering membuat saya bingung dan risau. Tetapi alhamdulillah walaupun hal itu menjadi beban fikiran bagi saya namun guru mulia selalu memberikan doa dan selalu memberi semangat kepada saya untuk terus melanjutkan, maka saya anggap ini adalah instruksi beliau karena menjalankan perintah lebih utama daripada menjalankan adab.

Demi Allah jika bukan karena menjalankan perintah guru saya, saya tidak akan lagi mengajar di majelis-majelis karena saya sudah merasa tidak mampu lagi untuk memimpin ummat yang sedemikian banyaknya, yang masing-masing mempunyai kebutuhan, masing-masing membutuhkan ilmu yang luas, sedangkan saya bukanlah orang yang pantas menjadi murida apalagi menjadi guru, pendosa yang hanya mengharapkan pengampunan Allah dari doa-doa kalian. Hadirin hadirat, setiap hari saya selalu merasa terus berdosa,
setiap kali hadir majelis selalu mengecewakan orang, yang mau bersalaman atau yang mau minta doa tetapi saya tidak bisa memuaskan mereka. Satu tangan yang terulur untuk bersalaman kepada saya dan saya tidak bisa menjabatnya , hal itu sudah cukup membuat saya masuk neraka dengan kekecewaanya yang akan memancing kemurkaan Allah, maka bagaimana jika ribuan orang yang saya kecewakan di setiap malamnya?!, hal ini yang membuat saya berat, dan membuat saya merasa ingin undur diri dari majelis-majelis, namun instruksi guru mulia untuk terus bertahan, maka hanya karena perintah beliau lah saya bertahan dan tidak lebih dari itu.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Saya ucapakan minal aidin wal faizin, dan mohon maaf kita tidak bisa bersalaman seperti tahun-tahun yang lalu, karena saya tidak ingin terjadi keributan seperti dulu banyak yang berdesakan hingga ada yang pingsan, sampai kaca pecah, keributan antara crew dengan jama’ah yang berdesakan. Maka cukuplah kita bersalaman dengan sanubari kita, kita selalu bersambung dalam satu rantai mahabbah kepada Allah dan Rasul-Nya, rantai ini tidak bisa diputus di dunia dan akhirah. Berjabat tangan hanya beberapa detik saja, setelah itu terlepas tetapi bersalaman dengan hati tidak bisa diputus oleh waktu dan tempat.

Hadirin hadirat, mohon doa semoga kita semakin maju dan sukses, semakin banyak yang bertobat, semakin banyak yang berdzikir, semakin banyak yang mengenal Allah, semakin dekat waktunya Fath Jakarta untuk menjadikan kota ini kota pecinta sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, kota damai, kota dzikir, kota shalawat, kota yang beridolakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan sungguh telah sukses bumi Jakarta ini karena tidak ada perkumpulan-perkumpulan yang lebih banyak di saat ini melebihi perkumpulan shalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Perkumpulan para artis, perkumpulan partai dan kampanye telah dikalahkan oleh kelompok shalawat, kelompok taubah, kelompok para pecinta Allah dan rasul-Nya, hal ini adalah suatu kemenangan besar, dan semoga semakin besar.

Bukan kita mau bertentangan dan berpecah belah, insyaallah semua partai, semua kelompok masyarakat, semua kelompok yang banyak mengidolakan yang lain selain sang nabi akan bersatu dalam satu idola yaitu sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, amin allahumma amin.

Semoga Allah makmurkan seluruh majelis ta’lim, Allah makmurkan ormas-ormas muslimin yang bertujuan satu yaitu keridhaan Allah subhanahu wata’ala, dan Allah makmurkan bumi Jakarta, Allah makmurkan rakyat dan bangsa kita, Allah benahi para pejabat dan oknum kita agar dilimpahi hidayah. Rabbi, sejukkan jiwa kami, keluarga kami, sanubari kami, hari-hari kami, kota kami, bangsa kami dengan kesejukan nama-Mu ya Allah. Kabulkanlah hajat-hajat kami lebih dari yang kami minta, hapuslah dosa-dosa kami yang telah lalu dan siapkanlah maaf untuk dosa yang akan datang, dan kelompokkan kami bersama ahlu Badr Al Kubra…